Lewati ke konten
NTHL.me

Biografi Singkat Jules Verne

Jules Verne, yang bernama lengkapnya Jules Gabriel Verne (8 Februari 1828 - 24 Maret 1905) adalah penulis Prancis kelahiran Nantes yang menjadi salah satu figur terpenting dalam perkembangan awal fiksi ilmiah. Ia dikirim ke Paris untuk belajar hukum, tetapi minatnya lebih tercurah pada teater dan sastra. Titik balik kariernya datang pada 1862, ketika ia bertemu penerbit Pierre-Jules Hetzel. Hetzel menerbitkan Five Weeks in a Balloon pada 1863, sebuah sukses internasional yang membuka jalan bagi rangkaian karya yang kemudian dikenal sebagai Voyages Extraordinaires. Verne pun meninggalkan pekerjaannya sebagai pialang untuk menulis penuh waktu, memulai kolaborasi dengan Hetzel yang bertahan lebih dari empat puluh tahun dan menghasilkan lebih dari enam puluh novel.

Potret Jules Verne oleh Étienne Carjat, sekitar 1884
Potret Jules Verne, sekitar 1884. Sumber gambar

Verne sering dikenang sebagai penulis yang “meramalkan masa depan”, tetapi kekuatannya yang sebenarnya lebih dekat pada kemampuan mengembangkan kemungkinan dari ilmu pengetahuan yang sudah tersedia pada zamannya. Ia membaca geografi, astronomi, geologi, dan perkembangan teknik, lalu mendorong semuanya beberapa langkah lebih jauh lewat imajinasi. Karena itu teknologi dalam ceritanya terasa fantastis tanpa sepenuhnya kehilangan pijakan pada dunia nyata. Ilmu pengetahuan bukan sekadar dekorasi bagi petualangan, melainkan salah satu mesin yang menggerakkan cerita itu sendiri.

Karya-karyanya membawa pembaca ke tempat-tempat yang pada abad ke-19 masih terasa nyaris mustahil dijangkau: kedalaman samudra dalam Twenty Thousand Leagues Under the Seas (1870), perut bumi dalam Journey to the Centre of the Earth (1864), perjalanan menuju Bulan dalam From the Earth to the Moon (1865), hingga perlombaan mengelilingi dunia dalam Around the World in Eighty Days (1873). Nautilus milik Captain Nemo menjadi contoh paling terkenal dari cara kerja Verne: kapal selam sudah ada sebelumnya, tetapi ia membayangkan apa yang mungkin terjadi bila teknologi itu berkembang jauh melampaui keterbatasan zamannya.

Di balik rasa kagum terhadap pengetahuan dan penjelajahan, karya Verne juga menyimpan ketegangan terhadap kemajuan itu sendiri. Teknologi dapat membebaskan manusia dari batas alam, tetapi kekuasaan yang diberikannya tidak selalu membawa kebahagiaan atau kebijaksanaan. Captain Nemo dapat menjelajahi hampir seluruh samudra dengan bebas, tetapi kebebasan yang sama menjadikannya manusia yang terasing dari dunia.

Sumber terdalam imajinasi Verne bukanlah sesama penulis Prancis, melainkan seorang Amerika: Edgar Allan Poe. Verne menemukan karya Poe justru ketika nama itu baru mulai masuk ke Prancis lewat terjemahan, terutama terjemahan Charles Baudelaire dan tidak ada penulis lain yang berpengaruh sebesar itu terhadapnya. Ia menuangkan kekagumannya dalam satu-satunya karya kritik besar yang pernah ia tulis, sebuah esai tahun 1864 berjudul Edgar Poe dan Karyanya. Bertahun-tahun kemudian, pada 1897, Verne bahkan menulis An Antarctic Mystery sebagai sekuel langsung bagi novel Poe yang tak terselesaikan, The Narrative of Arthur Gordon Pym. Menariknya, novel Poe yang sama itulah yang kelak juga mengilhami H. P. Lovecraft dalam At the Mountains of Madness sehingga Verne dan Lovecraft dapat dibaca sebagai dua cabang yang tumbuh dari satu akar Poe yang sama.

Tahun 1886 menjadi titik gelap dalam hidupnya. Verne ditembak di kaki oleh keponakannya, Gaston, yang membuatnya pincang seumur hidup; Gaston sendiri menghabiskan sisa hidupnya di rumah sakit jiwa. Pada tahun yang sama, Hetzel, penerbit sekaligus mentornya selama puluhan tahun meninggal, disusul kematian ibunya setahun kemudian. Nada karyanya pun kian muram. Dalam novel seperti Robur the Conqueror dan Master of the World, teknologi tidak lagi sekadar membebaskan, tetapi berubah menjadi ancaman di tangan orang yang haus kuasa. Bahkan jauh sebelumnya, pada 1863, ia telah menulis Paris in the Twentieth Century, gambaran suram tentang dunia penuh mesin yang justru mematikan jiwa manusia, naskah yang ditolak Hetzel karena dianggap terlalu pesimistis, hilang selama lebih dari satu abad, dan baru terbit pada 1994. Di luar menulis, Verne sempat menjadi anggota dewan kota Amiens sejak 1888 dan mengabdi di sana selama bertahun-tahun.

Verne menetap di Amiens sejak 1871 dan menjalani tahun-tahun terakhirnya di kota itu dengan kesehatan yang terus menurun, penglihatannya melemah dan ia menderita diabetes. Ia meninggal di Amiens pada 24 Maret 1905.

Warisan Verne jauh melampaui novel petualangan abad ke-19. Ia kerap disebut “Bapak Fiksi Ilmiah” gelar yang juga sesekali diberikan kepada H. G. Wells dan Hugo Gernsback dan menjadi salah satu penulis paling banyak diterjemahkan di dunia, hanya kalah dari Agatha Christie dan berada di atas Shakespeare. Di dunia berbahasa Inggris, reputasinya sempat lama diremehkan sebagai bacaan anak-anak akibat terjemahan yang buruk dan dipangkas, dan baru dipulihkan sejak 1980-an; di Prancis dan Eropa, pengaruhnya justru terasa hingga ke avant-garde dan surealisme. Ketika Hugo Gernsback meluncurkan Amazing Stories, majalah fiksi ilmiah pertama, pada 1926, ia bahkan menjadikan gambar makam Verne sebagai lambangnya, menegaskan kedudukan Verne sebagai semacam santo pelindung genre yang sedang lahir. Namun warisannya yang paling mendasar sederhana saja: ia membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dapat menjadi bahan utama sastra, bukan hanya untuk menerangkan dunia sebagaimana adanya, tetapi untuk membayangkan sejauh mana dunia itu mungkin berubah.

Terakhir Diperbaharui:
Berkomentarlah dengan santun dan tetap pada topik. Komentar berisi spam, tautan promosi, atau ujaran kebencian dapat dihapus. Komentar baru mungkin tampil setelah dimoderasi.

Komentar