Biografi Singkat George Sterling
Isi Tulisan
![]() |
| Potret George Sterling. Sumber Gambar |
George Sterling (1 Desember 1869 - 17 November 1926) adalah penyair dan dramawan Amerika yang menjadi salah satu tokoh penting dalam kehidupan sastra California pada awal abad ke-20. Ia dikenal sebagai figur sentral dalam lingkungan bohemian San Francisco dan Carmel-by-the-Sea, hingga dijuluki “Raja Bohemia Tak Bermahkota”. Di kemudian hari, ia juga menjadi mentor sastra Clark Ashton Smith, penyair dan penulis yang kelak dikenal sebagai salah satu tokoh utama majalah Weird Tales.
Sterling lahir di Sag Harbor, New York, kemudian pindah ke California pada 1890-an. Di San Francisco, ia bergabung dengan Bohemian Club dan bergaul dengan sejumlah penulis serta seniman, termasuk Jack London, Mary Austin, dan Ambrose Bierce. Bierce menjadi pembimbing sastra Sterling, memberikan kritik dan dorongan yang membantu membentuknya sebagai penyair. Bertahun-tahun kemudian, Sterling meneruskan hubungan serupa kepada Clark Ashton Smith.
Namanya memperoleh perhatian luas melalui A Wine of Wizardry, puisi naratif panjang yang pertama kali diterbitkan pada 1907. Puisi tersebut mengikuti perjalanan imajinasi melintasi pemandangan yang dipenuhi penyihir, makam, kota asing, batu permata, makhluk mitologis, dan gambaran kematian yang mewah. Kekayaan visual serta bahasanya memicu perdebatan: sebagian pembaca memujinya sebagai pencapaian imajinatif, sedangkan yang lain menganggapnya terlalu berlebihan dan ganjil.
Pada pertengahan dekade 1900-an, Sterling menetap di Carmel-by-the-Sea dan menjadi salah satu pemimpin koloni seniman yang berkembang di sana. Lingkaran tersebut mempertemukan penyair, novelis, pelukis, dan pemikir yang ingin hidup di luar kebiasaan masyarakat perkotaan. Carmel menjadi tempat tempat puisi, kehidupan bohemian, persahabatan, alkohol, dan pencarian keindahan saling bercampur, kadang dengan akibat yang tidak selalu romantis. Library of Congress mencatat Sterling sebagai salah satu pemimpin koloni seniman Carmel pada 1908–1915.
Hubungannya dengan Clark Ashton Smith bermula melalui surat pada 1911, ketika Smith berusia delapan belas tahun. Smith telah mengagumi puisi Sterling sejak berusia sekitar lima belas tahun, tetapi awalnya merasa ragu untuk mengirimkan karyanya kepada penyair yang dipandangnya hampir seperti sosok legendaris. Sterling menanggapi dengan hangat dan mulai memberikan kritik teknis, koreksi, buku, dorongan, serta akses menuju lingkungan penerbitan. Keduanya baru bertemu langsung di Carmel pada 1912.
Sterling kemudian membantu memilih puisi dan memeriksa naskah kumpulan pertama Smith, The Star-Treader and Other Poems. Hubungan mereka berkembang dari relasi guru dan murid menjadi persahabatan yang berlangsung hingga menjelang kematian Sterling. Dalam diri Smith, pengaruh Sterling terlihat pada kecintaan terhadap kosakata arkais, gambaran ornamental, suasana dekaden, serta kemampuan memperlakukan kegelapan sebagai sesuatu yang indah. Namun, Smith kemudian membawa warisan tersebut lebih jauh: dari fantasi puitis Sterling menuju dunia-dunia purba dan masa depan sekarat seperti Hyperborea dan Zothique.
Pada tahun-tahun terakhirnya, kedudukan Sterling dalam dunia sastra mulai meredup. Selera puisi berubah, sementara corak romantis dan supernatural yang dibelanya semakin dianggap berasal dari zaman yang telah berlalu. Kehidupan pribadinya juga dipenuhi kehilangan, termasuk kematian mantan istrinya pada 1918. Ia tetap menulis dan menjadi bagian dari kehidupan Bohemian Club, tetapi semakin merasa bahwa dunia sastra bergerak menjauhi bentuk keindahan yang ia perjuangkan.
Pada November 1926, Sterling meninggal karena sianida di kamarnya di Bohemian Club, San Francisco. Jenazahnya ditemukan pada 17 November. Kematian tersebut mengakhiri salah satu kehidupan paling terkenal sekaligus paling muram dalam sejarah bohemianisme California.
Warisan George Sterling tidak hanya terletak pada puisi-puisinya, tetapi juga pada mata rantai sastra yang dibentuknya. Ambrose Bierce pernah membimbing Sterling; Sterling kemudian membimbing Clark Ashton Smith. Melalui hubungan itu, tradisi romantisisme gelap dan imajinasi dekaden California mengalir menuju weird fiction. Sterling mungkin tidak mencapai ketenaran abadi muridnya, tetapi sebagian cahaya gelap dalam karya Smith berasal dari api yang lebih dahulu ia nyalakan.
Terakhir Diperbaharui:
Berkomentarlah dengan santun dan tetap pada topik. Komentar berisi spam, tautan promosi, atau ujaran kebencian dapat dihapus. Komentar baru mungkin tampil setelah dimoderasi.

Komentar
Posting Komentar