Lewati ke konten
NTHL.me

Biografi Singkat George Sterling

George Sterling (1 Desember 1869 – 17 November 1926) adalah penyair dan dramawan Amerika yang menjadi salah satu tokoh penting dalam kehidupan sastra California pada awal abad ke-20. Ia dikenal sebagai figur sentral lingkungan bohemian San Francisco dan Carmel-by-the-Sea hingga dijuluki “Raja Bohemia Tak Bermahkota”. Kedudukannya dalam sejarah sastra tidak hanya bertumpu pada puisinya sendiri, melainkan pada posisinya sebagai mata rantai: ia dibimbing oleh Ambrose Bierce, lalu menjadi pembimbing Clark Ashton Smith, penyair yang kelak dikenal sebagai salah satu tokoh utama majalah Weird Tales.

Potret George Sterling.
Potret George Sterling. Sumber gambar

Sterling lahir di Sag Harbor, New York, lalu pindah ke California pada 1890-an. Di sana, pada 1892, ia bertemu Ambrose Bierce, tokoh sastra paling berpengaruh di pesisir barat saat itu dan langsung jatuh di bawah pengaruhnya. Sterling menyebut Bierce “The Master”, dan Bierce membimbingnya bukan hanya dalam menulis, melainkan juga dalam membaca, mengarahkannya pada karya-karya klasik sebagai model. Bierce pula yang pertama kali menerbitkan puisi-puisi awal Sterling melalui kolomnya di San Francisco Examiner. Di lingkaran Bohemian Club, Sterling juga bergaul dengan penulis dan seniman lain seperti Jack London dan Mary Austin.

Perhatian nasional pertama kali datang melalui A Wine of Wizardry, puisi naratif panjang yang ditulisnya pada 1903–1904. Puisi ini mengikuti perjalanan sang Fancy, daya khayal, melintasi lanskap yang dipenuhi penyihir, makam, kota asing, batu permata, makhluk mitologis, dan gambaran kematian yang mewah. Namun yang mengangkatnya bukan semata isi puisinya, melainkan Bierce sendiri. Selama tiga tahun Bierce menawarkan puisi itu ke berbagai media dan berkali-kali ditolak, hingga akhirnya Cosmopolitan memuatnya pada September 1907, lengkap dengan pengantar Bierce yang menyebut Sterling sebagai penyair terbesar yang pernah dimiliki Amerika dan menyandingkannya dengan penyair sebesar Keats dan Coleridge. Pujian setinggi itu memicu perdebatan nasional: sebagian pembaca memujinya sebagai pencapaian imajinatif, sebagian lain menganggapnya berlebihan dan ganjil. Namun kegemparan itulah yang menempatkan Sterling di panggung sastra Amerika.

Sekitar pertengahan 1900-an, Sterling menetap di Carmel-by-the-Sea dan menjadi salah satu pemimpin koloni seniman yang tumbuh di sana. Lingkaran itu mempertemukan penyair, novelis, pelukis, dan pemikir yang ingin hidup di luar kebiasaan masyarakat kota. Carmel menjadi tempat puisi, kehidupan bohemian, persahabatan, alkohol, dan pencarian keindahan saling bercampur, kadang dengan akibat yang tidak selalu romantis. Library of Congress mencatat Sterling sebagai salah satu pemimpin koloni seniman Carmel pada 1908–1915.

Puisi itu pula yang menautkan Sterling dengan generasi berikutnya. A Wine of Wizardry termasuk karya yang mengilhami Clark Ashton Smith muda untuk menjadi penyair. Smith telah mengagumi puisi Sterling sejak sekitar usia lima belas tahun, tetapi ragu mengirimkan karyanya sendiri kepada sosok yang hampir ia anggap legendaris. Hubungan mereka akhirnya bermula lewat surat pada 1911, ketika Smith berusia delapan belas tahun. Sterling menanggapinya dengan hangat, memberi kritik teknis, koreksi, buku, dorongan, serta akses ke lingkungan penerbitan dan keduanya baru bertemu langsung di Carmel pada 1912.

Yang terjadi berikutnya nyaris mengulang pola yang dahulu dialami Sterling sendiri. Sebagaimana Bierce dahulu mengangkatnya, kini Sterling mengangkat Smith: ia membantu memilih puisi dan memeriksa naskah kumpulan pertama Smith, The Star-Treader and Other Poems (1912), lalu membukakan pintu penerbitan baginya. Hubungan mereka berkembang dari guru dan murid menjadi persahabatan yang bertahan hingga menjelang kematian Sterling. Warisan estetiknya tampak jelas dalam diri Smith: kecintaan pada kosakata arkais, gambaran yang ornamental, suasana dekaden, dan kemampuan memperlakukan kegelapan sebagai sesuatu yang indah, persis kualitas yang dulu membuat Bierce memuja A Wine of Wizardry. Namun Smith membawa warisan itu lebih jauh, dari fantasi puitis Sterling menuju dunia-dunia purba dan masa depan yang sekarat seperti Hyperborea dan Zothique.

Pada tahun-tahun terakhirnya, kedudukan Sterling dalam dunia sastra mulai meredup. Selera puisi berubah, sementara corak romantis dan supernatural yang ia bela kian dianggap milik zaman yang telah lewat. Kehidupan pribadinya pun dipenuhi kehilangan, termasuk kematian mantan istrinya pada 1918. Ia terus menulis dan tetap menjadi bagian dari Bohemian Club, tetapi makin merasa dunia sastra bergerak menjauh dari bentuk keindahan yang diperjuangkannya.

Pada November 1926, Sterling meninggal akibat sianida di kamarnya di Bohemian Club, San Francisco; jenazahnya ditemukan pada 17 November. Kematian itu menutup salah satu kehidupan paling terkenal sekaligus paling muram dalam sejarah bohemianisme California.

Warisan George Sterling tidak hanya terletak pada puisi-puisinya, tetapi pada mata rantai yang ia teruskan. Ia menerima dari Bierce sebuah keyakinan bahwa kegelapan dan kengerian bisa diubah menjadi keindahan lewat bahasa yang kaya lalu mewariskannya kepada Clark Ashton Smith. Melalui rantai itu, romantisme gelap dan imajinasi dekaden California mengalir menuju weird fiction. Sterling mungkin tak pernah meraih ketenaran abadi seperti muridnya, tetapi sebagian cahaya gelap dalam karya Smith berasal dari api yang lebih dahulu ia nyalakan, api yang, pada mulanya, disulut oleh Bierce.

Terakhir Diperbaharui:
Berkomentarlah dengan santun dan tetap pada topik. Komentar berisi spam, tautan promosi, atau ujaran kebencian dapat dihapus. Komentar baru mungkin tampil setelah dimoderasi.

Komentar