Biografi Singkat Clark Ashton Smith
Isi Tulisan
Clark Ashton Smith (13 Januari 1893 – 14 Agustus 1961) adalah penyair, penulis cerita pendek, pelukis, dan pematung asal California. Ia sering dipandang sebagai salah satu dari tiga tokoh utama majalah Weird Tales, bersama H. P. Lovecraft dan Robert E. Howard. Namun, berbeda dari keduanya, Smith selalu menganggap dirinya terutama sebagai seorang penyair.
Smith lahir di Long Valley, sekitar sepuluh kilometer di selatan Auburn, di kaki Pegunungan Sierra Nevada, kawasan bekas demam emas California. Sejak kecil, ia tumbuh di sebuah pondok terpencil yang dibangun orang tuanya di dekat Auburn, dan menghabiskan hampir seluruh hidupnya di sana dalam keterasingan yang nyaris permanen. Kesehatannya rapuh, demam skarlet pada masa kanak-kanak meninggalkan masalah penglihatan dan ia menderita agorafobia yang berat. Dunia luar yang sempit itu justru mendorong imajinasinya tumbuh ke dalam, dipupuk oleh buku.
Pendidikan formalnya berhenti setelah sekolah dasar; selebihnya ia belajar sendiri. Dengan ingatan yang nyaris fotografis, Smith membaca habis kamus Webster edisi tak ringkas dari awal sampai akhir, menekuni asal-usul setiap kata, dan menamatkan Encyclopaedia Britannica sampai dua kali. Ia juga mengajari dirinya bahasa Latin, Prancis, dan Spanyol, serta melahap tulisan Poe, kisah Seribu Satu Malam, dan dongeng-dongeng lama. Dari kebiasaan inilah lahir kosakata yang luas dan arkais yang kelak menjadi ciri khas tulisannya.
Bakat itu menemukan penuntunnya pada 1911, ketika puisi-puisi Smith yang dibacakan di sebuah perkumpulan sastra Auburn sampai ke tangan George Sterling, penyair ternama California yang segera menjadikannya anak didik. Dalam sebuah kunjungan sebulan ke Carmel, Sterling memperkenalkannya pada puisi Baudelaire, benih cita rasa dekaden yang akan mewarnai seluruh karyanya lalu membantu menerbitkan kumpulan pertamanya, The Star-Treader and Other Poems, saat Smith berusia sembilan belas tahun. Buku itu disambut sebagai karya seorang jenius muda; ia dibandingkan dengan Keats, Byron, dan Shelley, bahkan dijuluki “Keats dari Pasifik”. Puisinya dikagumi bukan hanya oleh Sterling, tetapi juga oleh Ambrose Bierce, menempatkan Smith, sejak muda, dalam garis penyair Romantik Pantai Barat yang dirintis para pendahulunya itu.
![]() |
| Clark Ashton Smith muda, 1912. Sumber gambar |
Pada 1922, H. P. Lovecraft mengiriminya surat penggemar yang memuji buku-buku puisinya, dan keduanya menjadi sahabat pena dekat dalam lingkaran yang kelak disebut “Lingkaran Lovecraft”. Meski selalu merasa dirinya penyair, sekitar 1929 Smith beralih ke prosa, sebagian besar demi imbalan uang di tengah himpitan Depresi dan kewajiban merawat orang tuanya yang menua. Dalam rentang yang singkat tetapi luar biasa produktif, kira-kira 1929 hingga 1934, ia menulis lebih dari seratus cerita pendek untuk berbagai majalah fantasi dan horor.
Cerita-cerita itu membentuk sejumlah siklus dunia: Hyperborea yang purba, Averoigne yang menyerupai Prancis abad pertengahan, Poseidonis sebagai sisa terakhir Atlantis, serta Zothique, benua terakhir di Bumi pada masa depan yang sekarat.
Zothique menjadi salah satu gambaran terbaik dari kekuatan khas Smith. Dunia itu berada jauh di masa depan, ketika sebagian besar peradaban manusia telah runtuh dan matahari mulai meredup. Namun Smith tidak menggambarkannya sebagai masa depan yang modern atau mekanis. Zothique justru terasa seperti kenangan dari masa lampau: penuh kerajaan kuno, kota mati, penyihir, makam, gurun, dan dinasti yang menunggu kehancuran.
Di sinilah gaya Smith memperoleh kekuatannya. Ia memadukan nostalgia terhadap dunia yang telah hilang dengan kesadaran bahwa masa depan pun pada akhirnya akan menjadi reruntuhan. Peradaban dalam ceritanya tidak bergerak menuju kemajuan, melainkan perlahan tenggelam dalam dekadensi, sihir, perang, dan kematian. Masa lalu dikenang dengan kerinduan, sedangkan masa depan hadir sebagai kuburan yang belum selesai dibangun.
Prosa Smith terkenal kaya, ornamental, dan dipenuhi kosakata arkais; banyak pembaca menganggapnya lebih tepat dinikmati sebagai puisi yang menjelma prosa. Di tangannya, pembusukan tidak hanya mengerikan, tetapi juga indah. Makam, kota yang runtuh, matahari yang sekarat, dan tubuh yang membusuk digambarkan dengan kehalusan seorang penyair. Horornya tidak selalu lahir dari kejutan, melainkan dari kesadaran bahwa segala sesuatu, manusia, kerajaan, bahkan dunia pada akhirnya akan kehilangan nama dan bentuknya.
Sebagai bagian dari lingkaran Lovecraft, Smith turut menyumbang tokoh dan kitab rekaan seperti Tsathoggua, Eibon, dan The Book of Eibon, yang kemudian saling dipinjam dan dikembangkan oleh para penulis weird fiction lain. Meski begitu, dunianya tetap berwatak sendiri: lebih dekaden, lebih ironis, dan sering kali lebih menyerupai puisi tentang kematian daripada horor kosmik murni.
Bakatnya tidak berhenti pada kata. Sejak awal 1930-an, Smith yang otodidak juga memahat terutama dari batu sabun dan kayu yang ia kumpulkan di sekitar Auburn, menghasilkan patung-patung aneh yang sebagian ia jual murah atau ia kirimkan kepada rekan-rekan penanya, termasuk Lovecraft, yang sangat terkesan olehnya. Namun produksi prosanya menyurut pada pertengahan 1930-an ketika ia harus merawat kedua orang tuanya. Dalam rentang beberapa tahun, ia kehilangan ibunya, lalu Robert E. Howard, H. P. Lovecraft, dan kemudian ayahnya. Rangkaian kehilangan itu kian menjauhkannya dari fiksi, dan ia lebih banyak kembali ke puisi, lukisan, serta pahatan batu.
Pada 1954, Smith menikahi Carol Jones Dorman dan pindah ke Pacific Grove, California. Ia meninggal di sana pada 14 Agustus 1961 dalam usia enam puluh delapan tahun.
Warisan Clark Ashton Smith tidak hanya terletak pada dunia-dunia yang ia ciptakan, tetapi pada suasana yang mampu ia bangun di dalamnya. Ia menulis seolah sedang mengenang masa lalu dari ujung masa depan, ketika segala sesuatu telah mati, tetapi keindahannya masih tertinggal dalam bahasa. Dalam karyanya, nostalgia dan kiamat bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan menyatu sebagai kesadaran bahwa setiap zaman, betapapun megahnya, suatu hari hanya akan menjadi legenda di antara reruntuhan. Tidak mengherankan bila ia dikenang sebagai “yang terakhir dari para Romantik besar”, titik akhir sebuah garis keindahan gelap yang mengalir dari Bierce, melewati Sterling, dan berhenti padanya.

Komentar
Posting Komentar