Beberapa Rekomendasi Fiksi Horor Part 1
Isi Tulisan
Beberapa model karya horor yang akhir-akhir ini saya ikuti. Beberapa model memakai metode seperti horor analog atau desain grafis atau penyampaian yang agak disturbing hingga novel spekulatif. Disini saya mencoba memberikan daftar judul, rangkuman serta sedikit ulasan mengenai karya horor yang saya ikuti itu.
1. Angel Engine
![]() |
| Ilustrasi Angel Engine. |
Baru-baru ini saya ikuti, sebuah horor analog yang dibuat oleh Nicolai Leimer atau The Unearthly Guy/Angel Engine Guy. Berkisah tentang dunia di masa depan, lebih tepatnya tahun 2033 berada diambang kehancuran karena ekploitasi terhadap Bumi secara masif. Orang-orang kemudian berdoa kepada Tuhan agar dunia terselamatkan, Tuhan mengabulkan itu dan mengutus sesosok malaikat bernama Uriel. Namun, setelah turunnya Uriel, alih-alih mereka mungkin mencoba bekerja sama dengan Uriel memulihkan Bumi, manusia, khususnya ilmuwan yang bernama Geoff Ernstmann menjebak Uriel ke dalam Angel Engine dan dijadikan sebagai bahan eksperimen, sumber energi hingga sampai pada titik menciptakan malaikat buatan bernama Barachiel yang diambil dari DNA Uriel. Akhir dari Bumi sendiri bukannya pulih malah kiamat nuklir.
Dalam beberapa ribu tahun kemudian, dunia yang tandus kemudian dikuasai oleh Organisasi Religius dari Babylon the Great dimana Geoff Ernstmann, ilmuwan yang bertanggungjawab atas penciptaan Angel Engine dan memerangkap Uriel, dijadikan sebagai Mesiah. Uriel disisi lain yang dari awal berniat membantu kemanusiaan malah dijadikan sosok monster dan disembunyikan serta dituduh sebagai monster atau penipu/deceiver.
Ulasan singkat saya, horor analog ini cukup oke karena memadukan horor tubuh yang mengerikan, suara-suara yang serak dan terdistorsi, serta timeline yang melompat-lompat di seputaran tahun 2033 hingga era jauh dimasa depan. Enaknya disini, kisahnya mudah dicerna sih dibandingkan beberapa model horor analog lainnya, karena kisahnya meskipun terpotong-potong, pembuat horor analog ini masih menjelaskannya dengan cara yang cukup eksplisit. Misalnya dari awal, kita bisa tahu konsep bagaimana cara membuat Angel Engine itu sendiri, inti dari lore yang ada di horor analog ini. Lalu kemudian memicu beberapa teori-teori yang berkembang seperti bagaimana Malaikatnya bisa ditangkap? Bagaimana menciptakan Angel Engine semudah itu? Dan seterusnya melahirkan beragam lore menarik.
Ada satu lapisan yang menjadi interpretasi saya dimana mungkin saja, pencipta menulis kisah analog ini menyinggung masalah eksploitasi dan kerusakan alam yang terjadi saat ini dan menggambarkannya lebih ekstrim dimana bahkan jika ada pun yang bisa menyelamatkan ekosistem dan alam, alam akan makin dieksploitasi lagi, mirip seperti paradoks Jevons. Oh iya, selain versi horor analog, Angel Engine juga tersedia dalam bentuk gim yang sudah rilis di Steam. Dan juga pada beberapa episode awal Angel Engine, kalian mungkin akan melihat dan merasakan jika analog horor ini menggunakan AI-Generative, tapi setelah itu, pencipta mulai menyewa seniman untuk secara perlahan mencoba mengganti AI-Generative dengan ilustrasi buatan tangan. Meskipun setelahnya tidak langsung lepas sepenuhnya dari AI-Generative, tapi secara visual menurut saya sudah menunjukkan perkembangan yang cukup oke.
2. Humanity Lost
![]() |
| Sampul isu pertama Humanity Lost. Sumber gambar |
Bukan horor analog pada umumnya, melainkan novel grafis dengan genre fiksi sains gelap. Diciptakan oleh Callum Stephen Diggle, kurang lebih novel ini menceritakan dunia masa depan (lagi), dimana bermula dari kolonisasi di Bulan yang disengketakan yang berakhir menjadi perang global tapi kemudian berdamai dan Bumi membentuk organisasi bernama United Earth (UE). United Earth ini kemudian menambang bulan, melakukan penjelajahan Tata Surya hingga eksploitasi di planet lain.
Konflik awalnya adalah ketika UE menemukan planet bernama Chiron yang memiliki kehidupan non-humanoid yang disebut Chantauri. Chantauri sendiri adalah kehidupan alien non-humanoid cerdas pertama yang ditemukan oleh UE tapi Chantauri sendiri tidak berdaya dengan dieksploitasinya planet Chiron ini oleh manusia dalam afiliasi UE. Atas eksploitasi ini, kemudian aliansi alien bernama Conglomerate yang tidak diketahui UE datang dan memberikan ultimatum untuk UE menghentikan eksploitasi ini. Yang mana berakhir memicu Human–Conglomerate War.
Singkat cerita, manusia yang berafiliasi dengan UE itu hampir kalah, malah sebenarnya sudah dalam posisi terjepit dan juga sebenarnya ada beberapa manusia lainnya yang tidak terafiliasi dengan UE melainkan berpihak pada Conglomerate karena ketidaksukaan politik eksploitasi UE ini. Sampai titik dimana UE disini sudah terjepit dan mereka kemudian melepaskan AI bernama All-Mother yang mereka sendiri tidak tahu apakah aman atau tidak dilepas. Tapi karena hampir tidak punya pilihan, akhirnya mereka lepas.
All-Mother merupakan AI yang superkuat dan diinstruksikan untuk membantu kemanusiaan, diberikan kepercayaan demi kepercayaan, berhasil memukul mundur Conglomerate tapi lama-kelamaan, All-Mother yang punya begitu luas akses, perlahan mengambil alih peran manusia itu sendiri, mengubah manusia menjadi tentara super yang bukan lagi manusia yang kita lihat seperti sebelumnya. Mengambil alih banyak AI lainnya, lalu menaklukkan planet demi planet, menjadikannya Womb-World yaitu planet pabrik penghasil pasukan untuk terus memukul mundur Conglomerate dan kemudian di setiap Womb-World terdapat Over-Father yang mana istilahnya "Jenderal" gitu bagi All-Mother dan ada banyak Over-Father yang diciptakan. Sekarang All-Mother dalam status sudah mencapai godlike. Sampai titik ini UE sudah bukan United Earth lagi melainkan sebuah Imperium dan Imperium ini menjadi masalah panjang di dunia Humanity Lost ini.
Risalah saya ini novel grafis cocok bagi kalian yang mungkin suka dengan fiksi spekulatif masa depan. Meskipun konsepnya sudah banyak dipakai untuk fiksi spekulatif gelap masa depan, cuma alurnya disini cukup sederhana saja gitu. Bumi bersatu lalu melakukan penjajahan, ketemu aliansi alien kuat, di ambang kehancuran lalu manusia melepaskan AI super dan berakhir menjadi perang jangka panjang.
3. Man After Man
![]() |
| Sampul Man After Man. Sumber gambar |
Bukan horor dalam pengertian umum, melainkan sebuah spekulasi masa depan hingga lima juta tahun kedepan yang ditulis oleh Dougal Dixon. Meskipun bukan horor, menurut saya masa depan yang ada di dalam sini sunggu ngeri, sih. Man After Man menceritakan Bumi yang sudah dieksploitasi sehingga penyakit alam seperti pencemaran lingkungan ada dimana-mana. Mendorong kemanusiaan untuk membentuk melakukan penjelajahan antar bintang, kolonisasi planet lain dan lainnya. Tapi sebelum itu, bioteknologi dan rekayasa DNA maupun Genom manusia sudah cukup maju sehingga untuk mempersiapkan kolonisasi masa depan, manusia merekayasa manusia lainnya ke dua jenis makhluk yaitu Aquamorph dan Vacuummorph sebagai kelas pekerja manusia atau menurut saya sih, mereka menjadi budak untuk membuat kapal bagi manusia elit untuk melakukan kolonisasi kedepannya.
Setelah kapal luar angkasa sudah siap, manusia kemudian memilah dan memilih terbaik dari yang terbaik, salah satunya adalah seorang manusia bernama Jimez Smoot, bagian dari para Space Travelers. Dimana para manusia-manusia ini juga direkayasa DNA dan tubuh biologis mereka sebaik mungkin untuk menemukan dunia baru yang bisa dikolonisasi. Mereka kemudian pergi dari Bumi dengan tujuan dan misi satu arah dengan harapan untuk mengembalikan kejayaan umat manusia. Disebut satu arah karena perjalanan kapal-kapal ini (iya ada banyak kapal berangkat, totalnya 30-an lebih) tidak pasti, bisa berabad-abad untuk mencapai tujuan dan mungkin dunia yang mereka capai belum tentu ideal untuk dibangun.
Setelah kepergian mereka, Bumi pun makin lama makin tidak baik-baik saja. Terjadi kekacauaan, kelaparan karena persediaan makan yang hampir habis, pencemaran dan anarki. Hal ini terjadi hingga beberapa ratus tahun kemudian dimana kemudian Bumi perlahan memulihkan diri dan manusia juga berhasil bertahan beberapa kemudian menjadi sangat ketergantungan dengan teknologi. Mereka yang ketergantungan teknologi ini disebut HITEK. Tapi selain HITEK, ada beberapa manusia lainnya juga. HITEK disini kemudian lah menjadi masalah pada kemanusiaan di Bumi di kemudian hari, dimana mereka alih-alih menciptakan kondisi dimana manusia bisa berkembang, mereka malah merekayasa manusia menjadi sekelompok pasca-manusia yang diperuntukan untuk bertahan di lingkungan dan keadaan. Setelah HITEK tiada, makhluk-makhluk pasca-manusia rekayasa ini kemudian berevolusi dan berkembang menghadapi Bumi selama jutaan tahun, tapi tidak menjadi manusia lagi yang kita kenal sebelumnya. Akhirnya setelah itu alien datang dari langit dan mengolonisasi Bumi dimana alien tersebut adalah keturunan Space Travelers yang disebut Builders.
Saya tidak tahu mau bilang apa, sih. Intinya cukup horor menurut saya jika ada manusia yang mengubah manusia menjadi kelas pekerja dan setelah elit yang terbaik dikirim, sisanya malah dibiarkan menjadi anarkis, lalu setelah Bumi pulih pun, kemanusiaan yang bertahan ada yang malah melakukan perkawinan sekerabat dan ketergantungan teknologi yaitu HITEK dan setelah itupun bukannya memulihkan kemanusiaan dan belajar untuk tidak lagi eksploitatif, tapi malah karena ego, manusia tersisa lainnya direkayasa supaya adaptif di alamnya sendiri-sendiri dan dibiarkan sampai jutaan tahun. Setelah kepunahaan dan evolusi, akhirnya manusia yang dari koloni lain datang kembali untuk mengeksploitasi Bumi. Lingkaran yang terus berputar dari masa ke masa.
Seperti itu beberapa fiksi yang saya ikuti akhir-akhir ini. Masih banyak yang saya ikuti seperti The Mandela Catalogue, Mystery Flesh Pit National Park, All Tomorrows, I Have No Mouth, and I Must Scream dan lain sebagainya. Cuma mengikuti banyak fiksi sekaligus bikin kepala saya cukup kepanasan, jadi sampai sini saja dulu.



Komentar
Posting Komentar