Perbedaan Tomgirl dengan Femboy
Isi Tulisan
![]() |
| Spongebob yang berpakaian pelayan wanita. |
Istilah tomgirl atau femboy sama-sama dapat digunakan untuk menggambarkan laki-laki yang menampilkan sifat atau penampilan yang secara tradisional dianggap feminin. Meskipun terdengar serupa, keduanya berkembang dalam konteks yang berbeda dan tidak selalu memiliki arti yang sepenuhnya sama.
Tomgirl merupakan istilah yang relatif jarang digunakan dan biasanya dipahami sebagai semacam kebalikan dari tomboy. Jika tomboy merujuk pada perempuan atau anak perempuan dengan perilaku dan penampilan yang dianggap maskulin, tomgirl digunakan untuk laki-laki atau anak laki-laki yang memiliki sifat, minat, atau perilaku yang dianggap feminin. Pengertiannya cukup luas dan tidak harus berhubungan dengan gaya berpakaian tertentu.
Karena penggunaannya tidak terlalu luas, tomgirl juga tidak memiliki batas pengertian yang benar-benar baku. Seseorang dapat menggunakannya untuk membicarakan cara berpakaian, perilaku, minat, atau sekadar kepribadian yang tidak mengikuti gambaran tradisional mengenai maskulinitas. Atau hanya sekedar bisa dipakai sebagai istilah oposisi terhadap tomboy.
Femboy, sebaliknya, merupakan istilah yang jauh lebih dikenal dalam budaya internet modern. Istilah ini dapat ditelusuri setidaknya hingga 1990-an dan kemudian berkembang menjadi identitas atau sebutan yang digunakan secara positif oleh sebagian komunitas daring. Secara umum, femboy merujuk pada laki-laki, sering kali berusia muda yang mengekspresikan sisi feminin melalui pakaian, tata rambut, riasan, perilaku, atau keseluruhan penampilannya.
Dalam perkembangannya, femboy menjadi sangat lekat dengan budaya internet dan media sosial. Karena itu, istilah ini sering membawa unsur estetika yang lebih kuat daripada tomgirl. Rok, pakaian feminin, aksesori, riasan, atau perpaduan sengaja antara ciri maskulin dan feminin dapat menjadi bagian dari gaya tersebut. Namun tidak ada satu “seragam femboy” yang harus diikuti.
Perbedaan keduanya dapat diringkas sebagai berikut:
- Cakupan: Tomgirl cenderung lebih luas dan dapat mencakup perilaku, minat, maupun penampilan feminin. Femboy lebih sering berhubungan dengan cara seseorang menampilkan feminitas melalui gaya dan ekspresi diri.
- Penggunaan: Tomgirl relatif jarang digunakan dan maknanya tidak terlalu baku. Femboy jauh lebih hidup sebagai istilah dalam budaya internet modern.
- Estetika: Tomgirl tidak mengharuskan estetika tertentu, sedangkan budaya femboy sering memberikan perhatian lebih besar pada fashion, riasan, rambut, dan presentasi visual.
- Identitas: Keduanya terutama berbicara tentang ekspresi gender, bukan orientasi seksual. Seseorang yang feminin tidak otomatis gay, biseksual, transgender, atau memiliki identitas gender tertentu.
- Konotasi: Femboy pernah digunakan secara merendahkan, tetapi kemudian juga kadang menjadi hal yang positif meskipun masih bersifat kontroversial. Meski demikian, istilah tersebut tetap dapat terasa tidak nyaman bila diberikan kepada seseorang tanpa persetujuannya.

Komentar
Posting Komentar