Lewati ke konten
NTHL.me

Penjelasan Singkat Benua Pangaea

Perkiraan Peta Pangaea sekitar 250 juta tahun lalu
Perkiraan Peta Pangaea sekitar 250 juta tahun lalu. Sumber gambar

Pangaea atau Pangea adalah superbenua raksasa yang pernah menyatukan hampir seluruh daratan Bumi. Superbenua ini mulai terbentuk sekitar 335 juta tahun lalu, menjelang akhir zaman Paleozoikum, ketika pergerakan lempeng tektonik secara perlahan mempertemukan daratan-daratan yang sebelumnya terpisah. Di sekelilingnya membentang Pantalassa, samudra luas yang mendominasi sebagian besar permukaan Bumi pada masa itu.

Nama Pangaea berasal dari bahasa Yunani, dari kata pan yang berarti “seluruh” dan Gaia yang berarti “Bumi”. Bentuknya tidak bertahan selamanya. Sekitar 200 hingga 175 juta tahun lalu, ketika Bumi memasuki zaman Mesozoikum, retakan mulai berkembang akibat pergerakan lempeng tektonik dan aktivitas dari bagian dalam planet.

Pangaea kemudian terpisah menjadi dua daratan besar: Laurasia di utara dan Gondwana di selatan. Keduanya terus mengalami perpecahan dan pergeseran selama puluhan hingga ratusan juta tahun. Dari proses panjang inilah perlahan terbentuk Amerika, Afrika, Eurasia, Australia, Antarktika, serta susunan benua yang kita kenal sekarang.

Bukti keberadaan Pangaea ditemukan dalam berbagai cabang geologi dan paleontologi. Garis pantai Amerika Selatan dan Afrika, terutama jika dibandingkan berdasarkan tepi landas kontinennya, menunjukkan bentuk yang dapat disatukan. Fosil organisme yang sama juga ditemukan pada benua-benua yang kini dipisahkan oleh samudra. Kesamaan lapisan batuan, rangkaian pegunungan, serta jejak glasiasi purba semakin menunjukkan bahwa daratan-daratan tersebut dahulu pernah berada dalam satu kesatuan.

Namun Pangaea bukanlah superbenua pertama dalam sejarah Bumi, dan kemungkinan besar juga bukan yang terakhir. Selama miliaran tahun, benua terus bergerak, bertabrakan, menyatu, lalu terpecah kembali dalam suatu proses yang dikenal sebagai siklus superbenua. Model yang superbenua masa depan antara lain adalah Amasia atau Pangaea Proxima.

Penyatuan ini sangatlah lambat dan hampir tidak terasa dalam kehidupan sehari-hari dan butuh waktu jutaan tahun untuk bisa bergerak hanya dalam beberapa meter dan perubahan ini juga selalu aktif dan terus berubah setiap saat. 

Terakhir Diperbaharui:
Berkomentarlah dengan santun dan tetap pada topik. Komentar berisi spam, tautan promosi, atau ujaran kebencian dapat dihapus. Komentar baru mungkin tampil setelah dimoderasi.

Komentar