Lewati ke konten
NTHL.me

Apa Itu Tourette Syndrome?

Ilustrasi Tourette Syndrome
Ilustrasi Tourette Syndrome.
Tourette Syndrome (TS) adalah gangguan perkembangan neurologis yang memengaruhi sistem saraf dan ditandai oleh tik atau gerenyet, gerakan atau suara yang muncul secara tiba-tiba dan berulang. Tik sering kali sulit dikendalikan, meskipun sebagian orang dapat menahannya untuk sementara. Gejala biasanya mulai muncul pada masa kanak-kanak, paling sering sekitar usia 5 hingga 10 tahun, dan Tourette lebih sering didiagnosis pada anak laki-laki dibandingkan perempuan.
Tik secara umum terbagi menjadi dua jenis. Tik motorik berupa gerakan tubuh, seperti mengedipkan mata berulang kali, mengangkat bahu, menyentak kepala, atau menggerakkan anggota tubuh. Sementara itu, tik vokal dapat berupa berdehem, mendengus, bersenandung, atau mengeluarkan suara dan kata tertentu. Jenis maupun frekuensi tik dapat berubah dari waktu ke waktu. Suatu tik dapat berkurang atau menghilang, kemudian muncul kembali atau digantikan oleh tik yang berbeda.

Untuk memenuhi kriteria Tourette Syndrome, seseorang bisa mengalami beberapa tik motorik dan setidaknya satu tik vokal dengan waktu kurang lebih selama satu tahun. Diagnosis dilakukan berdasarkan riwayat dan gejala klinis, tidak ada satu tes darah atau pemeriksaan laboratorium khusus yang dapat memastikan Tourette Syndrome.

Salah satu kesalahpahaman paling terkenal mengenai Tourette adalah anggapan bahwa penderitanya selalu mengucapkan kata-kata kasar tanpa sengaja. Gejala ini disebut coprolalia, tetapi hanya terjadi pada sekitar 10 persen orang dengan Tourette dan sama sekali bukan syarat untuk diagnosis. Gambaran media yang terlalu menonjolkan coprolalia membuat gejala Tourette yang jauh lebih umum sering kali tidak dikenali atau disalahpahami.

Tourette juga sering muncul bersama kondisi lain, terutama attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD), obsessive-compulsive disorder (OCD), dan gangguan kecemasan. Dalam beberapa kasus, kondisi yang menyertai tersebut justru dapat lebih mengganggu kehidupan sehari-hari daripada tik itu sendiri. Penyebab Tourette belum sepenuhnya dipahami, tetapi penelitian menunjukkan peranan penting faktor genetik serta proses biologis pada sistem saraf.

Penanganannya bergantung pada kebutuhan masing-masing individu. Banyak orang dengan Tourette memiliki tik ringan yang tidak memerlukan pengobatan khusus. Bila tik menimbulkan rasa sakit, cedera, tekanan psikologis, atau mengganggu sekolah, pekerjaan, maupun kehidupan sosial, terapi dapat dipertimbangkan. Salah satu pendekatan yang memiliki bukti klinis adalah Comprehensive Behavioral Intervention for Tics (CBIT), terapi perilaku yang membantu seseorang mengenali pola tik dan mempelajari respons alternatif untuk mengurangi dampaknya.

Obat-obatan juga dapat digunakan pada kondisi tertentu, termasuk beberapa obat yang memengaruhi sistem adrenergik alfa-2 maupun obat antipsikotik. Pemilihan obat dan dosis harus dilakukan bersama tenaga medis karena manfaat, efek samping, dan respons terhadap terapi berbeda pada setiap orang. Tujuannya bukan selalu menghilangkan seluruh tik, melainkan mengurangi gejala yang benar-benar mengganggu kehidupan seseorang.

Dukungan keluarga, sekolah, tempat kerja, dan lingkungan sosial tidak kalah penting. Tik bukan perilaku yang sengaja dilakukan untuk mencari perhatian atau mengganggu orang lain. Memahami hal sederhana ini dapat mengurangi stigma yang terkadang justru menjadi beban lebih besar daripada tik itu sendiri.
Terakhir Diperbaharui:
Berkomentarlah dengan santun dan tetap pada topik. Komentar berisi spam, tautan promosi, atau ujaran kebencian dapat dihapus. Komentar baru mungkin tampil setelah dimoderasi.

Komentar