Lewati ke konten
NTHL.me

Ringkasan Kisah Peter & Wendy

Peter & Wendy merupakan novel  J. M. Barrie, terbit tahun 1911 yang merupakan novelisasi dari Peter Pan; or, The Boy Who Wouldn't Grow Up yang merupkan naskah panggung drama.
Peterpan memainkan seruling di Neverland. Sumber Gambar
Berikut ringkasannya.

Kisah dimulai di rumah keluarga Darling di London, tempat Wendy Moira Angela Darling menceritakan dongeng pengantar tidur kepada adik-adiknya, John dan Michael. Pada satu malam, seorang anak laki-laki bernama Peter Pan yang bisa terbang dan tidak pernah tumbuh dewasa, muncul di jendela kamar bersama peri kecilnya, Tinker Bell. Peter kehilangan bayangannya, dan Wendy membantu menjahitnya kembali.

Peter mengajak Wendy, John, dan Michael terbang ke Neverland, sebuah pulau ajaib yang dihuni oleh para Bocah Hilang (Lost Boys), putri duyung, Indian, dan bajak laut. Di sana Wendy bertindak sebagai "ibu" bagi para bocah, sementara Peter memimpin berbagai petualangan. Konflik utama terjadi dengan Kapten Hook, bajak laut bertangan kait yang mendendam karena Peter pernah memotong tangannya dan memberikannya kepada buaya. Buaya itu terus mengikuti Hook sambil menelan jam, sehingga detaknya selalu mengumumkan kedatangannya.
Ringkasan Kisah Peter & Wendy
Wendy dengan Para Bocah Hilang. Sumber Gambar
Puncak cerita adalah pertarungan di kapal Jolly Roger, tempat Peter dan para bocah menyelamatkan diri dari rencana jahat Hook. Peter akhirnya mengalahkan Hook, dan Sang Kapten dimakan oleh buaya pengejar waktunya sendiri.

Meskipun Neverland menyenangkan, kerinduan akan rumah mulai terasa. Peter membawa anak-anak Darling kembali ke London. Tuan dan Nyonya Darling mengadopsi para Bocah Hilang, tetapi Peter menolak untuk tinggal, ia takut tumbuh dewasa. Sebelum pergi, ia berjanji akan kembali setiap musim semi untuk membawa Wendy ke Neverland. Namun, kenyataannya ia sering lupa. Ketika bertahun-tahun kemudian ia kembali, Wendy sudah dewasa dan memiliki anak perempuan sendiri. Peter membawa anak perempuan itu ke Neverland sebagai ganti, dan siklus itu terus berlanjut.

Cerita berakhir dengan nada pahit-manis: Peter Pan tetap abadi sebagai anak laki-laki riang yang melupakan segalanya, sementara dunia berputar dan orang-orang yang ia cintai perlahan tumbuh tua.
Terakhir Diperbaharui:
Berkomentarlah dengan santun dan tetap pada topik. Komentar berisi spam, tautan promosi, atau ujaran kebencian dapat dihapus. Komentar baru mungkin tampil setelah dimoderasi.

Komentar