Lewati ke konten
NTHL.me

Ringkasan Kisah Hansel and Gretel

Keluarga & Kelaparan
Seorang penebang kayu miskin tinggal bersama istri dan dua anaknya, Hansel dan Gretel. Saat bencana kelaparan melanda, persediaan makanan menipis. Sang ibu tiri (dalam versi Grimm, ibu kandung di edisi pertama diubah menjadi ibu tiri di edisi selanjutnya) membujuk suaminya untuk membuang anak-anak di hutan agar orang dewasa tak kelaparan.

Upaya Pertama: Kerikil
Hansel mendengar rencana itu dan mengumpulkan kerikil putih. Keesokan harinya, saat dibawa ke hutan, ia diam-diam menjatuhkan kerikil di sepanjang jalan. Malamnya, di bawah sinar bulan, kilau kerikil menuntun mereka pulang. Sang ayah lega, tapi ibu mereka marah.

Upaya Kedua: Remah Roti
Pembuangan direncanakan lagi. Pintu terkunci, Hansel tak bisa keluar mengumpulkan kerikil, jadi ia pakai remah roti dari jatah makannya. Sayangnya, burung-burung hutan memakan semua remah itu. Hansel dan Gretel tersesat.
Ringkasan Kisah Hansel and Gretel
Hansel dan Gretel bertemu Penyihir. Sumber Gambar
Rumah Permen
Setelah berhari-hari berjalan, mereka menemukan rumah yang seluruhnya terbuat dari permen, kue, dan roti. Lapar, mereka mulai memakannya. Penghuninya seorang penyihir tua yang sengaja membangun rumah itu untuk memancing anak-anak dengan berpura-pura ramah. Ia mengurung Hansel di kandang untuk digemukkan dan memaksa Gretel menjadi pembantu.

Penglihatan Buruk & Tipuan
Sang penyihir rabun. Setiap hari ia memeriksa jari Hansel untuk memastikan ia cukup gemuk, tapi Hansel menyodorkan tulang kecil sebagai gantinya. Penyihir itu heran mengapa anak itu tak kunjung gemuk. Akhirnya ia kehabisan kesabaran dan memutuskan untuk memasak Hansel.

Oven & Kematian Penyihir
Penyihir menyuruh Gretel memeriksa apakah oven sudah panas. Gretel berpura-pura tak mengerti caranya. Ketika si penyihir membungkuk untuk menunjukkan, Gretel mendorongnya masuk ke oven dan menutup pintunya. Penyihir terbakar hidup-hidup.

Harta & Kepulangan
Gretel membebaskan Hansel. Mereka menemukan peti berisi permata dan mutiara di rumah penyihir, lalu memenuhi saku mereka. Berbekal harta itu, mereka menyeberangi sungai dengan bantuan seekor bebek putih, dan akhirnya tiba di rumah.

Akhir Bahagia
Ayah mereka menyambut dengan haru; ia tak pernah tenang sejak membuang mereka. Sang ibu tiri telah meninggal. Dengan harta dari penyihir, mereka bertiga hidup berkecukupan, bebas dari kelaparan.
Terakhir Diperbaharui:
Berkomentarlah dengan santun dan tetap pada topik. Komentar berisi spam, tautan promosi, atau ujaran kebencian dapat dihapus. Komentar baru mungkin tampil setelah dimoderasi.

Komentar