Lewati ke konten
NTHL.me

Ringkasan Cerita Pied Piper of Hamelin

Pied Piper of Hamelin atau Rattenfänger von Hameln merupakan legenda Jerman mengenai hilangnya anak-anak dari Kota Hamelin. Versi lengkap yang paling dikenal dihimpun Brothers Grimm dengan judul Die Kinder zu Hameln dalam kumpulan Deutsche Sagen, bukan Kinder- und Hausmärchen.
Pied Piper of Hamelin. Sumber Gambar
Versi Grimm menggabungkan dua bagian cerita: pembasmian tikus dan hilangnya anak-anak. Namun, sumber-sumber tertua hanya mengenang hilangnya anak-anak Hamelin tanpa menyebut tikus ataupun upah yang tidak dibayar. Kemungkinan ada kombinasi sejarah mengingat Hamelin merupakan tempat penyimpanan dan pengolahan biji-bijian, jadinya tidak asing akan ada kisah penanganan tidak baik mengenai hama tikus.

Kota yang Dipenuhi Tikus
Pada tahun 1284, Kota Hamelin dipenuhi tikus. Penduduk kota tidak mampu mengatasinya dan mulai putus asa.

Kedatangan Sang Peniup Seruling
Seorang pria asing datang dengan pakaian berwarna-warni. Ia mengaku sebagai pembasmi tikus dan menawarkan untuk membersihkan kota dengan imbalan sejumlah uang. Penduduk Hamelin menyetujui kesepakatan tersebut.

Pembasmian Tikus
Pria itu mengeluarkan seruling kecil dan mulai memainkan suatu melodi. Tikus-tikus keluar dari rumah dan lubang persembunyiannya, kemudian berkumpul mengikutinya.

Sang Peniup Seruling membawa mereka keluar kota menuju Sungai Weser. Tikus-tikus mengikuti langkahnya ke dalam sungai dan akhirnya tenggelam.

Pengkhianatan Penduduk Kota
Setelah terbebas dari tikus, penduduk Hamelin menyesali jumlah uang yang telah mereka janjikan. Mereka menolak membayar Sang Peniup Seruling sesuai kesepakatan. Ia meninggalkan kota dalam keadaan marah.

Balas Dendam
Pada 26 Juni, bertepatan dengan hari Santo Yohanes dan Paulus, Sang Peniup Seruling kembali. Kali ini ia tampil seperti seorang pemburu dengan topi merah.

Ketika para orang dewasa sedang berada di gereja, ia kembali memainkan serulingnya. Namun, bukan tikus yang keluar dan mengikutinya, melainkan anak-anak Hamelin.

Sebanyak 130 anak mengikutinya keluar kota menuju sebuah gunung. Gunung itu terbuka, anak-anak masuk ke dalamnya, lalu mereka menghilang tanpa pernah terlihat kembali.

Dua anak tertinggal. Seorang anak buta tidak dapat menunjukkan tempat anak-anak lain menghilang, sedangkan seorang anak bisu tidak dapat menceritakan apa yang telah terjadi. Seorang anak lain dikatakan selamat karena kembali untuk mengambil pakaian luarnya.

Setelah kejadian tersebut, musik dan tarian dilarang di jalan yang dilalui anak-anak ketika meninggalkan Hamelin.

Legenda ini kemudian sering dibaca sebagai peringatan agar manusia tidak mengingkari janji. Namun, lapisan ceritanya yang paling tua jauh lebih misterius: ia hanya mengenang hilangnya anak-anak Hamelin tanpa menjelaskan siapa yang membawa mereka atau ke mana mereka pergi.
Terakhir Diperbaharui:
Berkomentarlah dengan santun dan tetap pada topik. Komentar berisi spam, tautan promosi, atau ujaran kebencian dapat dihapus. Komentar baru mungkin tampil setelah dimoderasi.

Komentar