Ringkasan Kisah Aschenputtel (Cinderella)
Isi Tulisan
![]() |
| Cinderella. Sumber Gambar |
Ibu Cinderella meninggal. Sebelum wafat, ia berpesan agar putrinya tetap baik dan saleh. Cinderella menanam pohon hazel di makam ibunya dan menyiraminya dengan air mata. Pohon itu tumbuh menjadi tempat burung-burung putih hinggap, burung inilah yang kelak membantunya, bukan peri.
Ketika sang ayah pergi ke pesta, ia bertanya kepada kedua putri tirinya hadiah apa yang mereka inginkan. Mereka meminta gaun dan perhiasan. Cinderella hanya meminta ranting pertama yang menyentuh topi ayahnya. Ranting hazel itu ia tanam di makam ibunya.
Menjelang pesta dansa tiga malam kerajaan, ibu tiri memberi syarat mustahil: Cinderella harus memunguti kacang lentil dari abu. Burung-burung dari pohon hazel datang membantunya. Syarat terpenuhi, tapi ibu tiri tetap melarangnya pergi dengan alasan ia tak punya gaun dan hanya akan memalukan.
Cinderella pergi ke makam ibunya. Di sana, burung memberinya gaun dan sepatu emas. Di pesta, pangeran langsung terpikat dan menari hanya dengannya.
Di malam ketiga, pangeran melumuri tangga istana dengan ter agar sepatu Cinderella tidak bisa lepas. Tapi Cinderella tetap kabur, sebelah sepatunya tertinggal.
Ketika pangeran mencari pemilik sepatu, dua kakak tiri mencoba memakainya. Ikut campur ibu mereka: kakak pertama memotong jempol kakinya, kakak kedua memotong tumitnya agar kaki masuk ke sepatu. Setiap kali, burung-burung berkicau memperingatkan pangeran:
"Lihat, lihat! Darah menetes di sepatu. Sepatu itu terlalu kecil. Pengantin sejati masih menunggu di rumah."
Pangeran akhirnya sampai ke rumah Cinderella. Sepatu itu pas. Saat pernikahan berlangsung, dua burung dari pohon hazel mematuk mata kedua kakak tiri sampai buta, satu kiri, satu kanan, sebagai hukuman atas kedengkian mereka.
Terakhir Diperbaharui:
Berkomentarlah dengan santun dan tetap pada topik. Komentar berisi spam, tautan promosi, atau ujaran kebencian dapat dihapus. Komentar baru mungkin tampil setelah dimoderasi.

Komentar
Posting Komentar